Sering Bleaching Sebabkan Kanker Kulit

Wawancara Tabloid Info Kecantikan dengan dr.Anggi Utami, dipl.Cos.Med.
Edisi Khusus Agustus 2013.

Treatment bleaching sering kali dipilih kaum hawa agar kulitnya terlihat lebih cerah dan memang hasilnya terlihat kulit lebih cerah atau putih. Namun tahukah Anda akan risiko yang bisa timbul akibat seringnya bleching yaitu timbul kanker kulit? Benarkah?

Keinginan untuk memiliki kulit putih, membuat banyak orang mencoba berbagai macam treatment untuk membuat kulit terlihat cerah dilakukan. Salah satu yang dianggap populer dan ampuh untuk mencerahkan kulit adalah bleaching. Bleaching yang merupakan treatment pemutih yang sangat mudah dilakukan.

Selektif Memilih Pemutih. Namun, banyak orang yang tidak selektif dan mengenali produk yang mereka gunakan dalam treatment bleching. Padahal menurut dr. Anggi Utami, Dipl. Cos, Med., dokter kecantikan dan antiaging Klinik Estetikaku sebelum memilih produk sebaiknya Anda mengenali produk-produk pemutih yang dijual di pasaran, termasuk kandungan yang terdapat di dalam bleaching sebaiknya pilih yang tidak mengandung merkuri. Hal ini penting dilakukan agar Anda yakin bahwa produk yang Anda gunakan aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Selain merkuri, Anda pun dianjurkan untuk menghindari kandungan kojic acid yang pada sebagian pemilik kulit sensitive bisa mengakibatkan alergi kulit yang ditandai dengan gatal-gatal, kemerahan dan iritasi. Bahan lain yang sebaiknya dihindari adalah hidrokinon, yang termasuk obat keras tapi aman untuk digunakan berdasarkan resep dokter. Pemakaian hidrokinon jangka panjang dapat menyebabkan iritasi kulit dan kulit kemerahan. Selain itu, pemakaian jangka panjang dari hidrokinon juga menyebabkan warna kebiruan sedikit keabuan yang disebabkan hidrokinon merusak kolagen. Jika kondisi ini terjadi maka kulit akan terasa seperti terbakar dan gatal.

Dalam memilih produk bleaching yang banyak dilakukan di salon-salon kecantikan juga sebaiknya diteliti. Pasalnya, jika di dalam produk bleaching tersebut terkandung bahan-bahan yang berbahaya maka akan menimbulkan kemerahan dan rasa perih.

Tidak Terlalu Sering. Nah, sebelum semua efek samping Anda rasakan sebaiknya Anda melakukan tes kulit. Bleaching yang dilakukan juga sebaiknya tidak terlalu sering, tetapi cukup sebulan 1-2 kali. Meski bleaching memberikan hasil yang mujarab, namun banyak kalangan yang mengatakan jika sembarangan memakai produk pemutih maka akan membahayakan kulit.

Sebetulnya dengan kulit gelap, maka seseorang bisa terhidar dari pengaruh buruk sinar matahari. Warna kulit sendiri dipengaruhi oleh melanin yaitu pigmen yang berwarna gelap yang diproduksi di dalam sel melanosit. Terjadinya perbedaan warna kulit pada setiap orang karena adanya perbedaan ukuran dan kemampuan produksi melanosit. Melanin yang ada di dalam kulit agar terhindar dari radikal bebas seperti sinar ultraviolet dari sinar matahari. Kulit yang akan kaya melanin relatif lebih tahan terhadap proses penuaan dini dan kanker kulit.

Oleh karena itu, jika Anda menginginkan kulit tampak cerah, sebaiknya tidak terfokus terhadap zat-zat pengganti melanin. Pasalnya, lapisan kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan paling atas yang disebut epidermis, lapisan tengah yang disebut dermis dan lapisan bawah yang disebut hypodermis. Bentuk pigmen berada di lapisan epidermis yang disebut melanosit untuk menangkal radikal bebas. Jika ingin kulit terlihat cerah dan bebas dari kekusaman lebih baik menambahkan antioksidan ataupun vitamin yang dapat mencerahkan kulit dari dalam.

Selain jika ingin kulit yang cerah tetapi aman bagi kesehatan kulit, sebaiknya Anda memilih pencerah yang mengandung niacinamide yang mampu mencerahkan kulit, melembabkan kulit dan menyamarkan kerutan. Selain itu, bahan pemutih yang aman adalah lulur yang mengandung bahan-bahan alami.

Bleaching. Dijelaskan oleh Ayu Diah Anastasia, beautician, bleaching berguna untuk memutihkan rambut-rambut halus yang ada pada kulit. Krim bleaching yang digunakan ada yang langsung ada efeknya seperti perih dan gatal, tetapi ada pula yang tidak. Jika merasa gatal sebaiknya bleaching dihentikan dan tidak melakukan bleaching lagi.

Tetapi jika tidak timbul reaksi maka bleaching bisa dilakukan. Namun, tidak boleh terlalu sering karena bahan-bahan kimia yang terdapat dalam krim bleaching yang masuk ke dalam pori-pori kulit mengandung bahan kimia yang menyebabkan kanker. Dan sebaiknya tidak melakukan bleaching dalam kondisi kulit yang iritasi.

Bleaching berbentuk krim seperti masker, tetapi lebih kental dan baunya menyengat. Sebelum di bleaching, kulit diulur terlebih dulu yang bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan hasil yang didapat lebih terlihat. Sesudah itu, dalam posisi berdiri diolesi bleaching, yaitu pertama diolesi secara merata ke arah atas lalu tunggu sampai kering.

Selanjutnya diolesi secara merata ke arah bawah yang berguna agar bleaching lebih rata. Setelah itu didiamkan selama 15-20 menit, kemudian dibilas dengan cara direndam di air dingin. Tidak dianjurkan berendam di air hangat setelah melakukan bleaching karena akan membuat kulit seperti terbakar.

Share Button